Mengenai Saya

Foto saya
bandung, jawa barat, Indonesia
Pendidikan : > SDN 05 Pariaman > SMPN 07 Sakarek ULu > SMAN 1 Pariaman > STAI{ Sekolah Tinggi agama islam } > Pondok Pesantren Kediri Jawa Timur Tahun 1997 _ 1999 > Pondok Pesantren Al-Barokah Purworejo, Jawa Tengah.pengajar di pon pes al huda riau,,2004 - 2006..Sekarang menetap di bandung.ALHAMDULILLAH......KATAM HADIST SHOHIH BUKHORI,SHOHIH MUSLIM,SUNAN NASAI,SUNAN ABU DAUD,SUNAN TIRMIZI,...

Rabu, 05 Januari 2011

Beratnya Dosa bagi Peminum Khomr

 

Salah satu perbuatan maksiat yang keji dan hina menurut agama Islam adalah minum atau mengkonsumsi khomr. Khomr adalah segala sesuatu minuman/makanan/bahan/zat yang dapat menyebabkan mabuk/hilang kesadaran bagi pengkonsumsinya. Termasuk golongan khomr adalah: minuman keras (miras), arak, whisky, anggur/wine dan sejenisnya; narkoba, narkotika, ganja, morfine, sabu-sabu, ekstasy dan sejenisnya.
Hadist Rasulullah SAW
 
كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ عَلَى اللهِ عَزّض وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبَ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِيْنَهُ الْخَبَالِ قَالُوا يَارَسُولَ اللهِ وَمَا طٍيْنَةِ الْخَبَالِ قَا لَ عَرَقَ أَهْلِ النَّرِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النّارِ* رواه مسلم
Nabi SAW bersabda: Setiap yang memabukkan itu haram, sesungguhnya Allah yang Maha Mulya menjanjikan siksaan bagi orang yang minum khomr, akan dipaksa minum thinatul khobal. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apakah thinatul khobal?. Nabi menjawab,” yaitu perasannya ahli neraka atau perasan keringat ahli neraka.

Muntah Saat Berpuasa

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةً عَنِ النَّبِيِّ صلى اللهِ عليه وسلم قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنِ استَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ* رواه ابن ماجة في كتاب الصيام - صحيح
 
Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, Nabi bersabda,”Barangsiapa terpaksa (tidak sengaja) muntah maka tidak wajib mengkodho’ (mengulangi puasa) atasnya dan barang siapa dengan sengaja muntah maka wajib baginya mengkodho (mengulangi puasa).
Hadist riwayat Ibnu Majah dalam Kitabushiam (shohih)

Wanita Haid Saat Puasa

 

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلِتُ مَابَالُ الحَائِضِ تَقْضِيِ الصَوْمَ وَلاَ تَقْضِي الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّيْ أَسْأَلُ قَالَتْ كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِالصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ* رواه مسلم في كتب الحيض
 
Dari Muadah bercerita, saya bertanya pada ‘Aisah (istri Nabi SAW),
Saya tanyakan,“Mengapa wanita yang haid harus mengkodho (membayar) puasa dan tidak mengkodho’ shalat?”
‘Aisah menjawab,”Apakah engkau orang Kharuriyah?”
Saya menjawab,”Saya bukan orang Kharuriyah, namun saya bertanya”.
‘Aisah berkata,”Suatu ketika saya mengalami haid maka saya diperintah (oleh Nabi) mengkodho’ puasa dan tidak diperintah mengkodho’ shalat.”
Hadist riwayat Muslim dalam Kitabu Haid